HomeContact Us

Organisasi


Dewan Pimpinan BPPI terdiri dari para pakar di bidang konservasi. Dewan bertanggungjawab terhadap kebijakan umum dan keputusan strategis organisasi. Dewan Pimpinan menunjuk Direktur Eksekutif untuk mengkoordinasikan Badan Pelaksana dalam kegiatan operasional harian.
DEWAN PIMPINAN 2007-2010 :
 



KETUA

DR. SETYANTO P. SANTOSA

Setyanto P. Santosa (Gombong, 9 Agustus 1946) menjadi Ketua Dewan Pimpinan BPPI  sejak bulan September 2007.  Saat ini disamping menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran  Bandung, beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT. Indosat Tbk.  Sebelumnya beliau memegang beberapa jabatan penting antara lain: Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (2001-2002), Kepala Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (2002-2003), Deputi Menteri Negara BUMN (1998-2000), Sekretaris Jenderal Kadin ASEAN (1996-1998), Direktur Utama PT. Telkom Tbk (1992-1996), Direktur Utama PT. INTI (1989-1992), Komisaris Utama PT. Pasific Satelit Nusantara (1993-1997), Komisaris PT. Satelindo (1993-1996), Komisaris Bank Bumi Daya(1998-2000) dan anggota MPR-RI utusan pengusaha (1998-2000). Beliau mendapatkan gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada tahun 1971 dan Master di bidang Ekonomi dari Michigan State University, East Lansing, Amerika Serikat pada tahun 1978, Doktor di bidang Ilmu Antar Bidang dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2007.

   



WAKIL KETUA I

Drs. PIA ALISJAHBANA

Pia Alisjahbana (Bondowoso, 26 Juli 1933) Pia Alisjahbana, lulusan Fakultas Sastra jurusan Inggris th. 1959 sebagai drs. (MA degree). Memulai kariernya di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Memimpin Jurusan Inggris Fakultas Sastra, Universitas Indonesia pada tahun 60’an, kemudian menjadi Kepala Jurusan Inggris FSUI. Dia mendirikan program pasca sarjana Kajian Wilayah Amerika dan Pusat Kajian Amerika dI Universitas Indonesia.
Di samping itu kini menjadi komisaris dari FEMINA GROUP yang menerbitkan 12 majalah, a.l. FEMINA, GADIS, AYAHBUNDA, FIT, Readers’ Digest dan satu stasiun radio. Majalah FEMINA terbit 1972, GADIS adalah bayinya yang terbit pada tahun 1973.

Di bidang sosial dia menduduki posisi penting dari beragam organisasi dalam bidang seni, pendidikan, lingkungan dan pusaka a.l: Yayasan Gedung Arsip Nasional RI, Yayasan Asih Budi (sekolah untuk anak2 tunagrahita), American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), Yayasan Kesenian Jakarta, Yayasan WWF (World Wild Life Fund),  Yayasan Nusantara Symphony Orchestra, Yayasan Pendidikan Sunda Kelapa, USINDO (US-INDONESIA organization), council member dari School of Business & Management ITB. Salah satu pendiri dan anggota Dewan Pimpinan BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia), anggota pengurus Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, International council member dari Asia Society (yang berpusat di New York).
   

WAKIL KETUA II
Ir. RUDY J. PESIK

Rudy Pesik (Singapura, April 2, 1941) lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri. Dia adalah pendiri dan pimpinan lebih dari 70 perusahaan dengan 250 cabang di seluruh Indonesia dan 15 negara.
Dia memiliki peran penting di KADIN dalam bidang  Investasi dan Perdagangan  Luar Negeri. Dia terpilih sebagai Ketua I ASEAN Business Advisory Council (ABAC) yang didirikan pada 10 April 2003 dan membentuk ASEAN Business & Investment Summit (A-BIS) pada Oktober 2003. Dia adalah Wakil Presiden ASEAN Chamber of Commerce and Industry (ASEAN-CCI) dan Wakil Presiden Confederation of Asia Pacific Chamber of Commerce and Industry (CACCI). Dia adalah pembicara aktif pada ASEAN dan Dialog Bisnis serta transisinya menjadi EABC.
Dia menjadi Pimpinan dari proyek restorasi kota tua Batavia dan Penghijauan Jakarta. Pada tahun 2004 dia mendirikan CEO CIRCLE dan menjadi Ketua serta Pendiri Majalah CEO. Sejak  2005 dia menjadi pengurus INACRAFT/ASEPHI dan aktif dalam pelestarian koleksi pusaka Indonesia.

   

WAKIL KETUA III
HASHIM DJOJOHADIKUSUMO

Hashim Djojohadikusumo (Jakarta, 5 Juni 1954) menjadi Wakil Ketua III Dewan Pimpinan BPPI sejak bulan September 2007.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar, dia melanjutkan sekolah setingkat SMP di Quintin Grammar School di London, dan lulus dari sekolah setingkat SMU di Singapore American School di Singapura. Kemudian dia  pindah ke Amerika Serikat, lulus sarjana muda dalam bidang Ilmu Politik dan Ekonomi dari Panorama College, Claremont, California, 1976. Dia mendapatkan pengalaman sebagai analis keuangan dari Lazard Freres Et Cie di Paris.
Di bidang organisasi sosial kemasyarakatan, dia mendirikan yayasan keluarga untuk berbagai aktivitas sosial.
Dia adalah salah satu dari filantropi Indonesia yang memberikan kontribusi kepada upaya-upaya pelestarian pusaka.

   

SEKRETARIS DEWAN
Ir. CATRINI P. KUBONTUBUH M.Arch

Catrini Pratihari Kubontubuh (Denpasar, 26 Januari 1972) lulus dari Institut Teknologi Bandung – Indonesia (1995, Sarjana Teknik Perencanaan Kota dan Wilayah) dan Universitas Katholik Leuven – Belgia (1997, Master Arsitektur di bidang Permukiman). Ia aktif dalam aktivitas penelitian di Pusat Penelitian ITB selama 1997-1998, menjadi dosen di Universitas Bung Hatta Padang dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi lokal dan internasional. Ia memiliki ketertarikan kuat dengan kegiatan pelestarian pusaka yang ditunjukkan dari keseriusannya membidani terbentuknya beberapa organisasi pelestarian di Indonesia seperti Badan Warisan Sumatera Barat (1999), Bali Kuna Heritage Society (2000), Bali Heritage Trust (1999), Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia / JPPI (2000), dan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia / BPPI (2004). Sejak pembentukan BPPI dia menjadi Sekretaris dari Dewan Pimpinan, dan terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif pertama periode 2004-2007. Saat ini dia dipercaya sebagai Direktur Eksekutif BPPI periode 2007-2010,
Catrini saat ini bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia Jakarta pada sektor Sosial khususnya menangani program pelestarian pusaka serta  program partisipasi masyarakat dan kreativitas budaya lainnya. Pada akhir tahun 2007 dia menerima penghargaan sebagai satu dari sepuluh “Most Indonesian Inspiring Women” untuk pengabdiannya selama 10 tahun di dunia pelestarian.  

   
ANGGOTA DEWAN PIMPINAN 2007-2010 :

BIDANG PUSAKA BERWUJUD/TANGIBLE
Ir. BAMBANG ERYUDHAWAN IAI

Bambang Eryudhawan ( Tokyo, 25 Desember 1962)  menerima kesarjaaan di bidang arsitektur dari ITB di tahun 1988. Ia pernah mengajar di Universitas Trisakti (1989-1993 dan 1995-1996), Universitas Mercu Buana (1995-1997), dan Universitas Bina Nusantara (1999-2006). Ia terlibat dalam pembentukan Arsitek Muda Indonesia (AMI) di tahun 1989. Di tahun 1991 ia bersama sembilan orang lainnya mengikuti USIS-Program on Preservation of Cultural Heritage selama sebulan. Ia menghadiri National Trust for Historic Preservation Conference di San Francisco dan melakukan perjalanan pelestarian ke Santa Fe, New Orleans dan Washington D.C. Di tahun 2003, ia mewakili Jaringan Pelestari Pusaka Indonesia (JPPI) pada 10th International Conference of National Trust di Edinburgh.
Ia ko-editor untuk buku Arsitek Muda Indonesia: Penjelajahan 1990-1995 (1996) dan 95 Tahun SK Trimurti: Pejuang Indonesia (2007). Ia menjadi anggota Tim Penasihat Arsitektur Kota DKI Jakarta, Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta, dan Tim Pertimbangan Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Ia juga aktif di Yayasan Bung Karno sejak 2001. Ia pernah menjadi Ketua Ikatan Arsitek Indonesia DKI Jakarta selama dua periode (2000-2003 dan 2003-2006).

 
   

BIDANG PUSAKA ALAM & KULINER
BONDAN WINARNO

Bondan Winarno (Surabaya, 29 April 1950), berpendidikan arsitektur, tetapi lebih dikenal sebagai wartawan dan penulis. Ia dianggap sebagai wartawan investigatif terbaik, kolumnis yang berpengaruh, dan telah menerbitkan lebih dari 20 buku dalam berbagai topik. Sebelum memutuskan pensiun muda, ia menjabat sebagai pemimpin redaksi harian sore terbesar di Jakarta.
           Kegiatannya dalam pelestarian pusaka nusantara termasuk keterlibatannya sebagai direktur eksekutif dari sebuah lembaga konservasi alam, dan sekretaris jenderal Yayasan Keraton Surakarta. Atas jasa-jasanya kepada negara, ia juga telah dianugerahi Satyalencana Pembangunan.
                Dalam masa pensiunnya, ia tetap produktif dan merintis sebuah program televisi yang unik untuk mempromosikan pusaka kuliner Indonesia. Sekalipun program seperti itu ditiru oleh berbagai stasiun televisi lainnya, ia tetap dianggap sebagai yang terbaik di bidangnya.

   

BIDANG ARKEOLOGI
DR. DAUD TANUDIRDJO

Daud Aris Tanudirjo (Klaten, 24 Juli 1959), pengajar dan Peneliti Arkeologi di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Gelar sarjana Arkeologi diperoleh dari Universitas Gadjah Mada, sedangkan Master of Arts dan Doctor of Philosophy dari Australian National University, Canberra. Aktif terlibat dalam pelatihan dan konsultasi di bidang Pengelolaan Sumberdaya Budaya maupun Penataan Museum. Anggota beberapa organisasi profesi antara lain Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, dan Indo-Pacific Prehistory Association. Pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Sidang ke-30 UNESCO World Heritage Committee di Vilnius, Lithuania (2006).

   

BIDANG PUSAKA TAK BERWUJUD/INTANGIBLE
ENDO SUANDA, MA

Endo Suanda (Majalengka, 14 Juli 1947) dibesarkan di Desa Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, di mana sejak kanak-kanak belajar pelbagai seni tradisional. Tahun 1968 masuk akademi tari (KORI/ASTI) di Bandung, yang dilanjutkannya ke ASTI Yogyakarta (1973-1977), sambil mengajar gamelan dan tari Sunda, dan menjadi pegawai negeri. Tahun 1977 ia keluar dari dunia akademis dan pegawai-negeri, untuk aktif dalam dunia kesenimanan, baik tradisional dan eksperimental.
Masuk lagi dalam dunia akademis ketika belajar etnomusikologi di Wesleyan University (1979-83), mengajar di Cornell University (1981-82), menjadi konsultan/dosen di Jurusan Etnomusikologi USU, Medan (1984-87), dan belajar di bidang etnomusikologi di University of Washington (1987-91, 1997). Kegiatannya berpindah-pindah antara bidang kesenimanan, belajar-mengajar, penelitian-dokumentasi, dan manajemen kesenian.
Ia pernah menjadi ketua Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (1997-2001), memimpin penerbitan Seri Musik Indonesia (1997-2005). Sekarang ia menjadi Direktur Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (Jakarta, sejak 2002), Pemimpin Umum Majalah Gong (Yogyakarta, sejak 2003), anggota Akademi Jakarta (sejak 2002), national liason pada International Council for Traditional Music (sejak 2000), dan anggota Dewan Pengurus BPPI (sejak 2007).

   

BIDANG TANGGAP DARURAT PENYELAMATAN PUSAKA

DR. EKO ALVARES Z.

Eko Alvares Zaidulfar ( Padangpanjang, 10 Maret 1965) lulus sarjana muda dari Jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan - Bandung, gelar Master of Architecture diraih dari Bandung Institut of Technology (ITB) dan Doktor di bidang Arsitektur dari Universitas Gadjah Mada.

Aktif dalam beragam aktivitas pelestarian pusaka, mulai menjadi sukarelawan di  Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (1986), Badan Warisan Sumatera (1997), pendiri Badan Warisan Sumatera Barat (2000), berperan penting dalam pembentukan Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia / JPPI (2000), dan akhirnya menjadi anggota dari Dewan Pimpinan BPPI sejak 2007. Memulai karirnya sebagai dosen pada Jurusan Arsitektur Universitas Bung Hatta – Padang, dan pada akhirnya menjadi Ketua Pusat Studi Arsitektur dan Pelestarian Pusaka (PUSAKA), Universitas Bung Hatta.  Pencapaian terbesarnya adalah Perencanaan dan Pelestarian terhadap Gedung bersejarah.Dia menjadi Ketua Ikatan Aristek Indonesia (IAI) pada tahun 2003-2007. Dia aktif bekerja untuk berbagai upaya tanggap darurat dan mitigasi Acheh dan Sumatra Barat, dimana dia membentuk PersiapanTsunami di Masyarakat / Komunitas Siaga Tsunami     ( KOGAMI) di  Sumatra  Barat.

BIDANG JARINGAN PUSAKA INTERNASIONAL

Drs. FRANCES B. AFFANDY
 

Frances B. Affandy (USA, 25 Januari 1945) lulus Baccalaureate degree, di Taipei American School, Republic of China 1963, dan  BA Cultural Anthropology, San Francisco State University, California,  USA 1968.
Dia sudah menjadi dosen Manajemen Bisnis, Institut Technology Bandung (ITB) sejak 2005 sampai saat ini.
Dia adalah pendiri dan Direktur Eksekutif dari Paguyuban Budaya Bandung, Jawa Barat. Dia bertanggungjawab pada pelaksanaan rutin dengan jumlah 600 anggota. Sejak 1996 dia menjadi VP Chairman ICOMOS Indonesia, team konsultan UNESCO dalam pusaka tidak bergerak dan pusaka intangible. Dia bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan menjaga komunikasi dengan para anggota di Indonesia dan sekretariat internasional di Paris. 
Dia bekerja untuk beberapa hotel besar dan menduduki posisi penting seperti hotel di Nepal; New York; Boston, Mass., USA; dan Bandung, West Java. 

Dia menulis paper tentang topik promosi pariwisata dan pariwisata budaya yang meliputi jelajah pusaka, tujuan pemasaran, inventarisasi budaya, dinamika organisasi, dan keragaman budaya.
   

BIDANG GERAKAN MASYARAKAT PELESTARIAN
Drs. HASTI TAREKAT, MSI

Hasti Tarekat (Semarang, 12 Juli 1966) Hasti Tarekat memulai keterlibatannya dalam pelestarian pusaka sebagai sukarelawan Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (PPBB) pada tahun 1993 dan menjalani program magang di National Trust of New South Wales, Sydney. Pada tahun 1998 mendirikan Badan Warisan Sumatra (BWS) di Medan dan kemudian Jaringan Sumatra untuk Pelestarian Budaya (Pansumnet). Pada tahun 2003 UNESCO Asia Pasifik memberikan penghargaan “Heritage Award for Merit” untuk perbaikan sebuah jembatan bersejarah di Medan yang dipimpinnya. Pada tahun 2004 menjadi initiator pelatihan peningkatan kapasitas untuk organisasi pelestarian se-Sumatra bekerjasama dengan Urban Solutions, Rotterdam. Hasti juga terlibat dalam kegiatan modern Asia Architecture Network (mAAN) dan International Field School of Asian Heritage (IFSAH). Hasti melakukan penelitian mengenai peraturan perlindungan bangunan bersejarah untuk program pascasarjananya dan memberi kontribusi untuk Ensiklopedia Urban Culture yang diterbitkan Universitas Yale.
Sejak 2005 Hasti berdomisili di Amsterdam, Belanda. Hasti adalah Associate Urban Solutions dan dosen paruh waktu program  pascasarjana internasional jurusan museologi  Reinwardt Academy. Pada tahun 2006 Hasti terpilih mengikuti program Stepping Stones yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda untuk meningkatkan profesionalisme di sektor pelestarian pusaka. Hasti juga anggota organisasi Sahabat Kota Lama Amsterdam. Tugasnya saat ini adalah mewakili Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) di Belanda.

   

BIDANG PENDIDIKAN & SAUJANA

DR. LARETNA T. ADISHAKTI

Laretna T Adishakti (Yogyakarta, 19 Oktober 1958) adalah dosen dan koordinator Center for Heritage Conservation di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Indonesia. Dia juga seorang pelukis dan praktisi ikebana. Laretna meraih gelar Doktor dalam bidang Teknik dari Kyoto University, sementara gelar Master of Architecture diraih dari University of Wisconsin, Milwaukee, USA.
Saat ini, Laretna memfasilitasi International Field School on Asian Heritage, juga International Field School on Borobudur Cultural Landscape. Dia adalah anggota Asian Academy for Heritage Management, UNESCO-ICCROM, anggota International Council on Monument and Sites (ICOMOS),  KERUPUK/Komunitas Peduli Ruang Publik Jogja dan  Eisenhower Fellowship serta menjadi Ketua dan Pendiri Jogja Heritage Society. Pada tahun 2006, dia menjadi Komite Seleksi untuk Rolex Award.

   

BIDANG EKONOMI PUSAKA
Ir. POPO DANES

Popo Danes (Denpasar, 6 February 1964) memulai perancangan disain rumah tinggal, vila pribadi dan hotel-hotel kecil pinggir pantai pada akhir tahun 1980, sebelum lulus dari Jurusan Arsitektur Universitas Udayana-Bali dengan thesis Ubud Art Club and Gallery tahun 1991. Dia menjadi anggota  Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sejak 1992. Dengan beasiswa dari The Rotary Foundation of Rotary International, Popo menjalani program pertukaran pelajar ke Belanda di tahun1992, dimana dia sangat terpesona dengan modernisasi Eropa dalam perancangan studio, museum dan konstruksi.
Dengan lebih dari 60 proyek yang telah selesai semenjak 1987, Popo Danes saat ini menjadi arsitek yang disegani.Tahun 1993, dia membentuk secara formal biro arsiteknya, ‘Popo Danes Architect’. Selain di Bali, dia merancang di sejumlah lokasi di berbagai negara di dunia.

Dia adalah salah satu dari 12 kontributor buku yang berjudul “Bali - Living In Two Worlds, a critical self portrait”, diterbitkan oleh The Cultural Museum of Basel Switzerland, 2001; dan memiliki dua publikasi yaitu  “Bog-Bog”, sebuah majalah kartun Bali, dan “Magic Wave”, sebuah tabloid surfing. Popo juga menerima berbagai penghargaan Arsitektur di Indonesia
   

BIDANG KEMITRAAN & KERJASAMA
Ir. SUHADI HADIWINOTO

Suhadi Hadiwinoto (Jakarta, 17 December 1941), seorang arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama 17 tahun bekerja di Dinas Tata Kota DKI Jakarta,  dia memangku beragam jabatan dalam perumahan , fasilitas umum,dan pelestarian kota. Teamnya menyusun kerangka dan arahan untuk wilayah pelestarian Jakarta.Jabatan terakhirnya adalah Deputi Dinas Tata Kota DKI Jakarta.

Pada tahun 1985 dia pindah ke Bappeda DKI sebagai Kepala Bidang Infrastruktur dan Perencanaan Fisik. Dia diminta Bank Dunia menjadi Program Koordinator Nasional  dari Metropolitan Environmental Improvement Program (MEIP) di Indonesia tahun 1990.Dia bergabung dengan Sektor Pembangunan Kota sebagai Spesialis Kota senior pada 1998. Di Bank Dunia dia fokus pada  isu sosial dan budaya, khususnya dalam pengembangan masyarakat dan proses partisipasi dalam pembangunan dan perencanaan kota. Tahun 2003 dia pension dari Bank Dunia, dan dia menjadi lebih aktif di NGO. Tahun 2000, Suhadi bersama-sama teman-teman dari beragam organisasi lokal dari berbagai daerah membentuk  Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI).Tahun 2004 BPP dibentuk, Suhadi terpilih sebagai Direktur Eksekutif pertama periode 2004-2007.
   

BIDANG KEBIJAKAN & PERATURAN PELESTARIAN
Ir.WIDYA WIJAYANTI, MPH., M.URP., IAI

Widya Wijayanti (Magelang, 16 September 1953), arsitek dan perencana kota dan wilayah terdaftar (bersertifikat).
Staf pengajar pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (1982 – 1999). Ikut dalam gerakan pelestarian pusaka semenjak tahun 1982.
Ia juga menyelenggarakan serangkaian pementasan musik/tari di bangunan-bangunan bersejarah di Semarang (2004 – sekarang) sebagai bagian dari kampanye pelestarian.
Ia bekerja dengan masyarakat Pecinan dalam wadah Kopi Semawis, organisasi bertumpu pada masyarakat untuk revitalisasi, dan mengembangkan program-program, termasuk merevitalisasi pasar malam menjelang tahun baru Imlek, dan Warung Semawis, pasar makanan yang diadakan setiap akhir pekan. Lulus sebagai insinyur dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro pada 1982, dan memperoleh dua gelar master, masing-masing dari Department of Public Health Sciences, School of Public Health (1989) dan Department of Urban and Regional Planning, College of Social Sciences (1990) University of Hawaii at Manoa.
 

   

 

BIDANG SEJARAH ARSITEKTUR
DR. YUSWADI SALIYA

Yuswadi Saliya (Bandung, 15 June 1938) lulus sarjana Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB), 1966; Master of Architecture dari Hawaii,1975;  dan gelar Doktor dari ITB, 2005.
Bidang keahliannya adalah sejarah, teori dan kritik arsitektur. Memulai karirnya sebagai seorang dosen di Jurusan Arsitektur ITB, dan kemudian  menjadi Ketua Jurusan Arsitektur ITB pada tahun 1979-1985,  dan akhirnya menjadi Wakil Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB pada tahun 1985-1988.
Saat ini dia menjadi dosen luar biasa pada program magister (S2)  jurusan  Arsitektur di ITB dan Universitas Parahyangan.
Dia adalah Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia (LSAI). Dia menjadi anggota Team Penasehat Arsitektur Kota DKI Jakarta sejak tahun 2000. Dia menjadi anggota Dewan Pimpinan BPPI sejak 2004.

   
BADAN PELAKSANA 2007-2010 :

DIREKTUR EKSEKUTIF
Ir. CATRINI P. KUBONTUBUH M.Arch

Catrini Pratihari Kubontubuh (Denpasar, 26 January 1972) lulus dari Institut Teknologi Bandung – Indonesia (1995, Sarjana Teknik Perencanaan Kota dan Wilayah) dan Universitas Katholik Leuven – Belgia (1997, Master Arsitektur di bidang Permukiman). Ia aktif dalam aktivitas penelitian di Pusat Penelitian ITB selama 1997-1998, menjadi dosen di Universitas Bung Hatta Padang dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi lokal dan internasional. Ia memiliki ketertarikan kuat dengan kegiatan pelestarian pusaka yang ditunjukkan dari keseriusannya membidani terbentuknya beberapa organisasi pelestarian di Indonesia seperti Badan Warisan Sumatera Barat (1999), Bali Kuna Heritage Society (2000), Bali Heritage Trust (1999), Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia / JPPI (2000), dan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia / BPPI (2004). Sejak pembentukan BPPI dia menjadi Sekretaris dari Dewan Pimpinan, dan terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif pertama periode 2004-2007. Saat ini dia dipercaya sebagai Direktur Eksekutif BPPI periode 2007-2010,

Catrini saat ini bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia Jakarta pada sektor Sosial khususnya menangani program pelestarian pusaka serta  program partisipasi masyarakat dan kreativitas budaya lainnya. Pada akhir tahun 2007 dia menerima penghargaan sebagai satu dari sepuluh “Most Indonesian Inspiring Women” untuk pengabdiannya selama 10 tahun di dunia pelestarian.
   

KOORDINATOR BIDANG INTERNAL
Ir. EUNIKE PRASASTI

Eunike Prasasti (Jakarta, 25 May 1968) lulusan Arsitektur dari Universitas Indonesia tahun 1992. Sebelum  bergabung dengan BPPI, ia telah bekerja sebagai arsitek dan interior desainer di beberapa perusahaan antara lain, PT Matahari Putra Prima, PT Utama Tiga Diharja, PT Graha Cipta Interindo dan Studio Design Consultant.
Minatnya pada Arsitektur Vernakular, Sejarah Arsitektur serta seni  dan budaya Tradisional telah secara kebetulan bertemu dengan BPPI yang memiliki visi yang sesuai dengan harapannya agar pusaka Indonesia dapat lestari. Ia bergabung dengan BPPI pada tahun 2006 sebagai volunteer bendahara.
Hasratnya yang besar untuk terus belajar telah mendorongnya untuk mencoba hal-hal baru baik dalam aktivitasnya melaksanakan program BPPI, maupun dalam kegiatan pribadinya. Saat ini ia menjabat sebagai Koordinator Internal  BPPI secara professional.

.
   

KOORDINATOR BIDANG EKSTERNAL
VIRGINIA RUSLI, SIP, M.Sc.

Virginia Rusli (Jakarta, 12 July 1969) lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Parahyangan. Dia meraih gelar master bidang Psikologi Olahraga dari Universitas Indonesia.
Dia adalah manajer atlet, seperti Angelique Widjaja, mantan atlet tenis nomor satu, dan beberapa petenis yunior lainnya.
Saat ini dia menjadi Pemimpin Redaksi Clara Magazine, sebuah majalah gaya hidup wanita.

   

DEWAN PAKAR 2007-2010
Dewan Pakar terdiri dari para Ahli dari berbagai disiplin ilmu. yang bertugas memperkuat pemikiran tentang integrasi dan efektifitas kerangka pelestarian di Indonesia :
 
Prof. Johan Silas; Prof. Timbul Haryono; Prof. Sandi Siregar; Prof. Supanggah; Prof Danisworo; Prof. Paulus Wirutomo; Prof. Budhy Tjahyati ; Prof. Gunawan Tjahjono; Prof. Eko Budihardjo; Prof. Mundardjito; Prof. Sentot Suatmadji; Dr. Dibyo Hartono; Dr. Ir. Jo Santoso; Dr. Jusna M. Amin; Dr. Ir. Bakti Setiawan; Dr. Ir. Wicaksono Sarosa; Dr. Djauhari Sumintardja; Dr. Ir. Widjaja Martokusumo; Dr Ning Purnomohadi; Drs. Hari Waluyo M.Hum; Drs Hari Untoro Dradjat MA;Budi Lim Dipl Arch; Ir. Budi Sukada Msi; Ir. Tuti Purwani MSi; Dr. Ir. Harastuti; Ir. Meta Sekar Pudjiastuti MSi; Ir. Sugeng Gunadi MLA; Ir. Soehardi Msi; Drs. Eka Budianta; Drs. Lucia Dhamayanti; Drs. Suwati Kartiwa MSc; Ir. Adhimursid; Ir Arya Abieta MSi; Drs Junus Satrio MHum; Ir. Hengki Hermantoro MSi; Ir. Pingki Pangestu MTCP; Timoticin Kwanda BSc, MRP; Ir. Nirwono Yoga MLA; Ully Hary S. Rusadi; Ir, Catur Kukuh; Ir. Titi Handayani MArch; Ir. Sri Hadiarti Msi; Ir. Ella Ubaidi MSc; Drs Tantyo Bangun; Ir. Rai Pratadaja; Irawati Batangtaris; Sasmiyarsi Sasmoyo; Sudarmadji Damais*

*: to be confirmed

KELOMPOK KERJA
BPPI memiliki Kelompok Kerja dalam pelaksanaan detail pelestarian. Terdapat beberapa bidang minat yang difasilitasi oleh anggota Dewan Pimpinan.

  1. Pusaka Tangible (Berwujud)
  2. Pusaka Intangible (Tak Berwujud)
  3. Pusaka Alam & Kuliner
  4. Tanggap Darurat Penyelamatan Pusaka
  5. Jaringan Pusaka Internasional
  6. Gerakan Masyarakat Pelestarian
  7. Pendidikan dan Saujana
  8. Ekonomi Pusaka
  9. Kemitraan dan Kerjasama
  10. Kebijakan dan Peraturan Pelestarian